wibiya widget

rss

METODE PROYEK


A.    Pengertian Metode Proyek
Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Fokus pembelajaran terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan pebelajar dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain, memberi kesempatan pebelajar bekerja secara otonom mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata. Biasanya memerlukan beberapa tahapan dan beberapa durasi, tidak sekedar merupakan rangkaian pertemuan kelas, serta belajar kelompok kolaboratif. Proyek memfokuskan pada pengembangan produk atau unjuk kerja (performance), yang secara umum pebelajar melakukan kegiatan: mengorganisasi kegiatan belajar kelompok mereka, melakukan pengkajian atau penelitian, memecahkan masalah, dan mensintesis informasi.

B.    Langkah-langkah Metode Proyek
Dalam menggunakan metode pemberian proyek ini ada beberapa langkah yang harus di lalui oleh guru terhadap siswa :
  • Rumuskan permasalahannya dengan jelas
  • Lakukan pembagian tugas serta deskriosi dari masing-masing tugas itu
  • Buat jadwal kegiatan sesuai dengan waktu yang disediakan
  • Rumuskan apa yang diharapkan diperoleh dari setiap kegiatan
  • Buat kesimpulan menyeluruh
  • Usahakan supaya hasil dari proyek itu dmeningkatkan keterampilaniketahui banyak orang (pameran, disajikan dan lain-lain)

Dalam perencanaan metode proyek terdapat tiga hal yang perlu dipertimbangkan :
  • Kemampuan Pengelolaan, jika sisa diberikan kebebasan yang luas, mereka akan mendapatkan kesulitan dalam memilih topik yang tepat. Mereka mungkin memilih topik yang terlalu luas sehingga sedikit informasi yang dapat ditemukan. Mereka mungkin juga kurang tepat untuk memperkirakan waktu pengumpulan data dan penulisan laporan.
  • Relevansi, guru harus mempertimbangkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman pada pembelajaran agar proyek dijadikan sebagai sumber bukti.
  • Keaslian, guru perlu mempertimbangkan seberapa besar petunjuk atau dukungan yang telah diberikan pada siswa.

C.    Kelebihan Metode Proyek
  • Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
  • Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
  • Pengetahuan yang diperoleh fungsional.
  • Anak-anak belajar bersungguh-sungguh dalam bekerja bersama.
  • Anak-anak bertanggung jawab penuh pada pekerjaannya
D.    Kekurangan Metode Proyek
  • Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
  • Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum siap untuk ini.
  • Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
  • Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

TITRASI ASAM-BASA

Merupakan metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat yang sudah diketahui konsentrasinya.
Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi:
1.    Titrasi asam basa (asidi alkalimetri): melibatkan reaksi asam basa
2.    Titrasi redoks: titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi
3.    Titrasi pengendapan argentometri
4.    Titrasi kompleksometri: titrasi yang melibatkan pembentukan reaksi kompleks

Dikenal beberapa istilah, antara lain:
1.    Titrant: Zat yang akan ditentukan kadarnya
2.    Titer: zat yang sudah diketahui konsentrasinya

Berdasarkan kekuatan asam dan basa, titrasi asidi-alkalimetri dapat dibedakan atas tiga bagian:
1.    Titrasi asam kuat – basa kuat
Contoh: HCl, H2, HNO3 dengan NaOH, KOH, Ba(OH)2
Pada titrasi ini titik ekivalen dicapai pada pH sekitar 7. Apabila trayek pH terlalu jauh dari 7, titik akhir titrasi akan sangat menyimpang titik ekivalen. Indikator yang tepat adalah Bromthymol Blue.
2.    Titrasi asam kuat – basa lemah
Contoh: HCl, H2, HNO3 dengan NH4OH, Boraks, (Na2B4O.10H2O)
Titik ekivalen lebih kecil daripada 7. Sebab, garam yang terbentuk oleh hidrolisis menghasilkan basa lemah dan ion H+. Indikator yang cocok adalah metil merah atau metil jingga.
3.    Titrasi asam lemah – basa kuat
Contoh: CH3COOH, H2C2O4, H3PO4 dengan NaOH, KOH, atau Ba(OH)2
pH larutan di titik ekivalen lebih besar dari 7. Hal ini disebabkan oleh garam yang terhidrolisis menghasilkan asam lemah dan ino OH-. Indikator yang cocok adalah phenolftalin.


Rumus Umum Titrasi:
Pada saat titik ekivalen, mol ekivalen asam = mol ekivalen basa
N.V-asam = N. V-basa
n. M. V-asam = n. M. V-basa

 

Komentar

Tag

Bahan Ajar (42) Biologi (33) Fisika (20) Guru (30) IPA (44) Kesehatan (11) Kimia (25) Kuliah (26) Media (3) PLH (1) Pembelajaran (56) Pendidikan (58) Penelitian (13)

Follower

Histats

Most Wanted