wibiya widget

rss

PENGERTIAN, PERKEMBANGAN DAN KONSEP DASAR PLH




PENGERTIAN LINGKUNGAN DAN LINGKUNGAN HIDUP
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita, hidup dan kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari pengaruh lingkungan.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 pasal 1 ayat 1 mengartikan Lingkungan Hidup sebagai berikut:
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan ke semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
   
Sejarah Pendidikan Lingkungan Hidup
1.    INTERNATIONAL

  1. Pada tahun 1975, sebuah lokakarya internasional tentang pendidikan lingkungan hidup diadakan di Beograd, Jugoslavia.
  2. dihasilkan pernyataan antar negara peserta mengenai pendidikan lingkungan hidup yang dikenal sebagai "The Belgrade Charter a Global Framework for Environmental Education".
  3. Secara ringkas tujuan pendidikan lingkungan hidup yang dirumuskan dalam Belgrade Charter tersebut di atas adalah sbb:
  • Meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap keterkaitan bidang ekonomi, sosial, politik serta ekologi, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.
  • Memberi kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap/perilaku, motivasi dan komitmen, yang diperlukan untuk bekerja secara individu dan kolektif untuk menyelesaikan masalah lingkungan saat ini dan mencegah munculnya masalah baru.
  • Menciptakan satu kesatuan pola tingkah laku baru bagi individu, kelompokkelompok dan masyarakat terhadap lingkungan hidup.
2.    ASEAN

  • Sejak dikeluarkannya ASEAN Environmental Education Action Plan 2000-2005, masing-masing negara anggota ASEAN perlu memiliki kerangka kerja untuk pengembangan dan pelaksanaan pendidikan lingkungan.
  • Merupakan tonggak sejarah yang penting dalam upaya kerja sama regional antar sesama negara anggota ASEAN dalam turut meningkatkan pelaksanaan pendidikan lingkungan di masing-masing negara anggota ASEAN.
3.    INDONESIA

  • Dimulai pada tahun 1975oleh IKIP Jakarta untuk pertama kalinya merintis pengembangan pendidikan lingkungan dengan menyusun Garis-garis Besar Program Pengajaran Pendidikan Lingkungan Hidup yang diujicobakan di 15 Sekolah Dasar Jakarta pada periode tahun 1977/1978.
  • Pada tahun 1979 dibentuk dan berkembang Pusat Studi Lingkungan (PSL) di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.
  • Prakarsa pengembangan pendidikan lingkungan juga dilakukan oleh berbagai LSM.
  • Pada tahun 1996/1997 terbentuk Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL) antara LSM-LSM yang berminat dan menaruh perhatian terhadap pendidikan lingkungan.
Pengertian PLH

  • Pendidikan adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana blajar, agar siswa aktif mengembangkan seluruh potensinya, untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
  • Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan ke semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Visi dan Misi PLH
 

Visi    :
Terwujudnya manusia Indonesia yang memiliki pengetahuan, kesadaran dan keterampilan untuk berperan aktif dalam melestarikan lingkungan
 

Misi    :

  • Mengembangkan kebijakan pendidikan nasional yang berparadigma lingkungan
  • Mengembangkan. kapasistas kelembagaan PLH di pusat dan daerah
  • Meningkatkan akses  informasi PLH secara merata.
  • Meningkatkan sinergi antar pelaku PLH

Tujuan PLH


  • Bersikap
  • Berpengetahuan
  • Berketerampilan
  • Kesadaran
  • Berkomitmen
  • Kepeduliaan
  • Bertanggung jawab
Alasan diadakan Pendidikan Lingkungan Hidup:

  1. Alam sebagai sumber kehidupan manusia
  2. Alam sebagai objek eksploitasi manusia

 

PROJECT-BASED LEARNING



A.    Pengertian Metode Proyek
Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Fokus pembelajaran terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan pebelajar dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain, memberi kesempatan pebelajar bekerja secara otonom mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata. Biasanya memerlukan beberapa tahapan dan beberapa durasi, tidak sekedar merupakan rangkaian pertemuan kelas, serta belajar kelompok kolaboratif. Proyek memfokuskan pada pengembangan produk atau unjuk kerja (performance), yang secara umum pebelajar melakukan kegiatan: mengorganisasi kegiatan belajar kelompok mereka, melakukan pengkajian atau penelitian, memecahkan masalah, dan mensintesis informasi.

B.    Langkah-langkah Metode Proyek
Dalam menggunakan metode pemberian proyek ini ada beberapa langkah yang harus di lalui oleh guru terhadap siswa :
  • Rumuskan permasalahannya dengan jelas
  • Lakukan pembagian tugas serta deskriosi dari masing-masing tugas itu
  • Buat jadwal kegiatan sesuai dengan waktu yang disediakan
  • Rumuskan apa yang diharapkan diperoleh dari setiap kegiatan
  • Buat kesimpulan menyeluruh
  • Usahakan supaya hasil dari proyek itu dmeningkatkan keterampilaniketahui banyak orang (pameran, disajikan dan lain-lain)

Dalam perencanaan metode proyek terdapat tiga hal yang perlu dipertimbangkan :
  • Kemampuan Pengelolaan, jika sisa diberikan kebebasan yang luas, mereka akan mendapatkan kesulitan dalam memilih topik yang tepat. Mereka mungkin memilih topik yang terlalu luas sehingga sedikit informasi yang dapat ditemukan. Mereka mungkin juga kurang tepat untuk memperkirakan waktu pengumpulan data dan penulisan laporan.
  • Relevansi, guru harus mempertimbangkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman pada pembelajaran agar proyek dijadikan sebagai sumber bukti.
  • Keaslian, guru perlu mempertimbangkan seberapa besar petunjuk atau dukungan yang telah diberikan pada siswa.

C.    Kelebihan Metode Proyek
  • Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
  • Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
  • Pengetahuan yang diperoleh fungsional.
  • Anak-anak belajar bersungguh-sungguh dalam bekerja bersama.
  • Anak-anak bertanggung jawab penuh pada pekerjaannya

D.    Kekurangan Metode Proyek
  • Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
  • Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum siap untuk ini.
  • Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
  • Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH)

MATA KULIAH                     : PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH)
DOSEN PENGAMPU           : Rizhal Hendi Ristanto, M.Pd
SEMESTER                           : III
BOBOT MATA KULIAH      : 2 SKS



DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah ini membahas tentang hubungan keterkaitan antara faktor penduduk (manusia) dengan faktor lingkungan hidup yang diwujudkan dalam bahasan (topik) yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, yakni kehidupan manusia dalam hubungannya dengan energi dan sumber daya alam, air, udara, dan lahan.
Pengembangan berikutnya pada bahasan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perilaku manusia, apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai pertanggungjawaban terhadap hidup berkelanjutan (suistainability life) dan kelestarian alam dalam bahasan etika lingkungan, dalam bentuk penerapan sederhana ekofisiensi dan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai puncak pengembangan adalah bahasan  tentang permasalahan yang dihadapi bangsa indonesia dalam interaksinya dengan lingkungan regional dan global, kemudian diakhir tatap muka dibahas sedikit tentang penerapan pembelajaran PLH dilingkungan sekolah, khususnya SD. Berbagai macam teknik, metode, strategi pembelajaran PLH di lingkungan sekolah akan dibahas lebih mendalam.

MATERI PERKULIAHAN:
1.    Perkenalan mata kuliah dan kontrak belajar
2.    Perkembangan dan konsep dasar pendidikan lingkungan hidup
3.    Ekosistem dan aliran energi
4.    Lingkungan air
5.    Lingkungan tanah
6.    Lingkungan udara
7.    Praktikum
8.    Penduduk dan SDA
9.    Etika lingkungan
10.    Ekofisiensi
11.    Materi PLH di SD
12.    Strategi, metode, teknik dan evaluasi pembelajaran PLH di SD
13.    Pameran

KONSEP DASAR FISIKA SD

MATA KULIAH                    : KONSEP DASAR FISIKA SD
DOSEN PENGAMPU           : RIZHAL HENDI RISTANTO, M.Pd
BOBOT                                  : 3 SKS
PROGRAM STUDI               : PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
PERGURUAN TINGGI        : UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR


TINJAUAN MATA KULIAH
Mata kuliah Konsep Dasar Fisika SD ini memberikan pengetahuan mengenai besaran,
satuan dan pengukuran, gerak, gaya dan hukum-hukum Newton tentang gerak, usaha dan energi, pesawat sederhana, suhu dan kalor, getaran, gelombang dan bunyi, cahaya dan alat optik, fluida, listrik statis, listrik dinamis, dan kemagnetan.

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1.      Menjelakan konsep besaran, satuan dan pengukuran
2.      Menerapkan konsep gerak
3.      Menerapkan konsep gaya
4.      Menerapkan konsep usaha dan energi
5.      Menerapkan konsep pesawat sederhana
6.      Menerapkan konsep suhu dan kalor
7.      Menerapkan konsep gelombang dan bunyi
8.      Menerapkan konsep cahaya dan alat optik
9.      Menerapkan konsep fluida
10. Menerapkan konsep listrik statis
11. Menerapkan konsep listrik dinamis
12. Menerapkan konsep kemagnetan

Untuk mencapai kompetensi tersebut, materi mata kuliah ini disusun dalam 12 BBM
sebagai berikut:
BBM 1                   : Besaran dan Pengukuran
BBM 2                   : Gerak
BBM 3                   : Gaya dan Penerapannya
BBM 4                   : Usaha dan Energi
BBM 5                   : Pesawat Sederhana
BBM 6                   : Suhu dan Kalor
BBM 7                   : Gelombang dan Bunyi
BBM 8                   : Cahaya dan Alat Optik
BBM 9                   : Fluida
BBM 10                 : Listrik Statis
BBM 11                 : Listrik Dinamis
BBM 12                 : Kemagnetan

KONSEP DASAR BIOLOGI SD

   
MATA KULIAH                              : KONSEP DASAR BIOLOGI SD (KD BIO)

DOSEN PENGAMPU                      : RIZHAL HENDI RISTANTO, M.Pd

BOBOT MATA KULIAH               : 3 SKS

PROGRAM STUDI                          : PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR





DESKRIPSI MATA KULIAH:

Mata kuliah Konsep Dasar Biologi SD merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa S1 PGSD yang mencakup konsep-konsep biologi dan pengembangannya bagi calon guru SD

 

KOMPETENSI DASAR

Setelah menempuh mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat:

1.      Memahami cara mempelajari sel, perbedaan struktur sel pada makhluk hidup

2.      Memahami konsep struktur dan fungsi permukaan sel, organel-organel sel, reproduksi sel, dan metabolisme sel

3.      Menjelaskan dasar-dasar klasifikasi virus, monera, dan tumbuhan tingkat rendah

4.      Memahami dasar-dasar klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi

5.      Memahami mengenai klasifikasi, ciri-ciri hewan vertebrata dan invertebrata

6.      Memahami konsep struktur organ, sistem reproduksi, sistem transportasi, dan perpindahan materi pada tumbuhan tinggi

7.      Memahami konsep pertumbuhan perkembangan dan fotosintesis pada tumbuhan tingkat tinggi

8.      Memahami berbagai proses pada sistem pencernaan, pernafasan, sirkulasi, dan homeostatis pada hewan

9.      Memahami berbagai proses sistem reproduksi, syaraf, endokrin, dan alat gerak/ kerangka otot pada hewan

10. Memahami konsep mengenai makhluk hidup, komponen, jenis-jenis lingkungan dan saling keterkaitannya.

11. Memahami tentang dinamika penduduk dan masalah kependudukan di Indonesia

12. Memahami dan menerapkan konsep pemeliharaan kesehatan

13. Memahami pengertian dan jenis bioteknologi sederhana

 

Untuk mencapai kompetensi tersebut, materi mata kuliah ini disusun dalam 12 BBM

sebagai berikut:

BBM 1                   : Sel

BBM 2                   : Keanekaragaman Makhluk Hidup 1

BBM 3                   : Keanekaragaman Makhluk Hidup 2

BBM 4                   : Hewan Invertebrata dan Vertebrata

BBM 5                   : Fungsi pada Tumbuhan 1

BBM 6                   : Fungsi pada Tumbuhan 2

BBM 7                   : Fungsi pada Hewan 1

BBM 8                   : Fungsi pada Hewan 2

BBM 9                   : Makhluk Hidup dan Lingkungan

BBM 10                 : Kependudukan

BBM 11                 : Pemeliharaan Kesehatan

BBM 12                 : Bioteknologi

  


STRUKTUR MATAHARI


Struktur matahari terdiri atas empat lapisan, yaitu :
 
1)    Inti Matahari
        Inti Matahari adalah bagian dalam matahari yang merupakan pusatnya. Bagian ini merupakan tempat terjadinya proses pembentukan energi melalui reaksi fusi rantai proton – proton. Oleh karena itu suhu dibagian inti matahari sangat tinggi kira – kira mencapai 15juta Kelvin. Energi yang dihasilkan dirambatkan menuju bagian permukaan matahari melalui 2 cara, yaitu :
•    Pertama, perambatan energi dari inti matahari menuju permukaan matahari secara radiasi melalui plasma (gas panas) yang memiliki masa jenis besar yang terdapat di bagian dalam matahari.
•    Kedua, perambatan energi dari bagian inti yang dekat ke permukaan menuju permukaan matahari secara konveksi.
 
2)    Lapisan Fotosfer
    Fotosfer atau disebut juga lapisan cahaya adalah bagian matahari yang dapat dilihat manusia. Batas sebelah luar dari fotosfer merupakan pinggiran (tepi) cakram matahari yang tampak seperti cahaya putih. Karena itu fotosfer disebut juga cakram matahari. Lapisan fotosfer tidak terlalu tebal, kedalamnya hanya sekitar 320 km  atau kurang dari 1/2000 jari – jari matahari. Suhu fotosfer bagian kedalamnya mencapai 6000 K, sedangkan dibagian luarnya hanya sekitar 4300 K. Gas – gas panas pada fotosfer memancarkan cahaya dengan intensitas yang sangat kuat, sehingga cahaya fotosfer tampak berwarna kuning jika dilihat dari bumi. Unsur utama penyusun fotosfer adalah hidrigen (94%), helium (5,9%), dan elemen – elemen yang lebih berat seperti karbon, oksigen, nitrogen dan neon (0,1%).
 
3)    Lapisan Kromosfer
    Lapisan kromosfer adalah lapisan yang terdapat di atas lapisan fotosfer, yang disebut juga atmosfer matahari. Unsur penyusun atmosfer ini sebagian besar adalah hidrogen. Atmosfer matahari terdiri dari dua lapisan , yaitu lapisan bawah yang dekat dengan fotosfer yang disebut kromosfer atau bola warna dan lapisan atas atau sebelah luar yang disebut korona atau mahkota.
    Lapisan kromosfer menjulang 12000 km diatas fotosfer, dan memiliki tebal kira – kira 2500 km. Suhu pada bagian atas lapisan ini dapat mencapai diatas 10000 K. Kromosfer dan korona biasanya tidak dapat dilihat oleh manusia di bumi, karena intensitas sinar yang dipancarkan oleh keduanya tidak sekuat yang dipancarkan oleh fotosfer, sehingga cahaya yang menyilaukan dari fotosfer merintangi manusia untuk melihat keduanya. Hal ini juga merintangi manusia untuk melihat kromosfer dan korona adalah efek dari atmosfer bumi. Namun demikian, pada saat tertentu atmosfer matahari (kromosfer dan korona) dapat juga dilihat manusia, yaitu ketika terjadi gerhana matahari total (bulan menutupi fotosfer). Dalam kejadian ini kromosfer dapat dilihat manusia, bentuknya seperti cincin kecil dengan nyala merah kuat.
 
4)    Lapisan Korona
    Lapisan korona adalah lapisan atmosfer matahari yang terletak disebelah kromosfer. Meskipun letaknya jauh dari inti matahari sebagai penghasil energi, korona memiliki suhu yang jauh lebih tinggi dibandingakn lapisan kromosfer, para ahli astronomi memperkirakan suhu korona mencapai 2.000.000 kelvin pada bagian luarnya. Hal yang menyebabkan suhu korona demikian tinggi adalah akibat adanya pemaksaan pemindahan kalor (energi) secara konveksi pada fotosfer dan kromosfer, memanaskan secara intensif gas yang sangat tipis pada laipsan korona.
    Akibat suhu yang sangat tinggi ini, korona mengembang sangat cepat pada ruang hampa. Selama gerhana matahari total berlangsung, fotosfer tertutup oleh bulan dan akan tampak oleh mata telanjang suatu bentuk mahkota disebelah luar cincin berwarna merah (kromosfer). Oleh karena itu korona disebut juga mahkota matahari. Sebetulnya untuk mengamati korona tidak perlu menunggu terjadinya gerhana matahari total. Korona dapat diamati dengan menggunakan bantuan alat teleskop khusus yang disebut koronagraf (coronagraph), yang dapat menciptakan gerhana matahari total buatan karena alat ini dilengkapi dengan suatu cakram hitam yang diletakkan sedemikain rupa sehingga dapat menutupi cahaya dari fotosfer.

[NILAI] STRATEGI PEMBELAJARAN BIOLOGI


Pembelajaran

Berikut adalah link untuk mengunduh hasil belajar pada mata kuliah Strategi Pendidikan Biologi Universitas Pakuan Bogor tahun 2012.




Semoga semua yang sudah kita pelajari dapat bermanfaat dan jangan lupa diamalkan :)

Salam Pendidikan Biologi





METODE RESITASI


Penertian Metode Resitasi 
Imansjah Alipandie (1984:91) dalam bukunya yang berjudul “Didaktik Metodik Pendidikan Umum” mengemukakan bahwa metode resitasi adalah cara untuk mengajar yang dilakukan dengan jalan memberi tugas khusus kepada siswa untuk mengerjakan sesuatu di luar jam pelajaran. Pelaksanaannya bisa dirumah, diperpustakaan, dilaboratorium, dan hasilnya dipertanggungjawabkan.
 
Langkah-langkah yang ditempuh dalam pendekatan pelaksanaan metode resitasi
  • Tugas yang diberikan harus jelas
  • Tempat dan lama waktu penyelesaian tugas harus jelas.
  • Tugas yang diberikan terlebih dahulu dijelaskan/diberikan petunjuk yang jelas, agar siswa yang belum mampu memahami tugas itu berupaya untuk menyelesaikannya.
  • Guru harus memberikan bimbingan utamanya kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar atau salah arah dalam mengerjakan tugas.
  • Memberi dorongan terutama bagi siswa yang lambat atau kurang bergairah mengerjakan tugas (Sudirman, 1992 : 145)

Kelebihan Metode Resitasi
  • Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
  • Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.

Kelemahan Metode Resitasi
  • Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
  • Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
  • Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.

[NILAI] KIMIA DASAR


Nilai mata kuliah kimia dasar tahun 2012 bisa di lihat pada tautan berikut ini:
NILAI KIMIA DASAR UPDATE (02 SEPT 12)
 
 

Komentar

Tag

Bahan Ajar (42) Biologi (33) Fisika (20) Guru (30) IPA (44) Kesehatan (11) Kimia (25) Kuliah (26) Media (3) Pembelajaran (56) Pendidikan (58) Penelitian (13) PLH (1)

Follower

Histats

Most Wanted